Stasi Santo Vinsensius Jenangan

Stasi Santo Vinsensius Jenangan

Awal karya misi di Desa Jenangan bermula dari SMP Persiapan. Pada akhir tahun 1963, di SMP persiapan ini diadakan musyawarah persatuan orang tua murid dan guru, yang mana dalam musyawarah dibicarakan kelangsungan mengenai SMP ini. Pada saat itu salah satu pengurusnya yang beragama, yaitu Bapak Hadi Tranggono, yang juga merupakan penilik sekolah di Kecamatan Bagor, mengusulkan untuk menggabungkan SMP persiapan dengan Yayasan Pendidikan Katolik. Setelah disepakati, maka Bapak Hadi Tranggono menemui Romo Janssen untuk membicarakan menyerahan sekolah. Pada Tahun 1964 SMP Persiapan berubah menjadi SMP Santo Realino. Untuk membantu kebutuhan tenaga pengajar di SMP Santo Realino maka dihadirkan mahasiswa tingkat II dari AKI (sekarang STKIP Widya Yuwana). Dan tahun 1964 terdapat umat Jenangan yang dibabtis yaitu keluarga Bapak Paulus Suyadi. Sedangkan kegiatan peribadatan umat kemudian diselenggarakan dari rumah ke rumah

 

 

Pada tahun 1980-an, Romo Pandu mulai merintis untuk berdirinya gereja di Jenangan dengan membeli tanah. Pada watu Romo Sebastiano Fornasari berkarya di Paroki Madiun, maka pembangunan gedung gereja mulai dikebut dan pada tanggal 2 April 1989, gedung gereja diberkati dan diresmikan.