MARIA DIANGKAT KE SORGA

bunda-maria

Pertanyaan dikirim oleh +6285725XXX393: Bulan Maria, mendorong seorang katolik untuk semakin berdevosi kepada Maria dan mengenal pribadi Maria secara lebih mendalam, termasuk pula mempercayai Maria yang diangkat ke sorga. Dalam kaitan dogma Maria diangkat ke sorga, konon ajaran ini tidak didukung oleh kitab suci. Benarkah, mohon penjelasan Menu Cornelius.

 

Kiranya dalam Gereja menyusun kebenaran ajaran-ajarannya, atau dogma-dokmanya selalu berlandaskan  kitab suci, sebab, Kitab suci merupakan sumber utama iman kita. Namun,  penggunaan kitab suci tersebut, ada yang tekstual, artinya mengutip langsung sebagaimana yang tertulis dalam Kitab suci. Namun ada pula yang tidak tekstual, berlandaskan kitab suci namun tidak tekstual, atau tidak langsung. Dogma Maria diangkat ke surga termasuk salah satu dogma yang landasan alkitabiahnya tidak langsung, atau kurang tekstual.

Perlu juga dipahami, bahwa kitab suci memang sumber utama, namun bukan satu-satunya sumber iman katolik,  sebab, masih ada tradisi dan ajaran Gereja. Yang termasuk tradisi, adalah ajaran-ajaran/kata-kata, atau teladan orang kudus, para Bapa Gereja, praktek hidup yang dilaksanakan Gereja dari waktu ke waktu, dsb. Sedang sumber iman dari ajaran Gereja, adalah  hasil-hasil konsili, sinode, atau surat-surat gembala (ensiklik, bulla) yang disampaikan Paus, atau pejabat Gereja sesuai dengan tuntutan, dan tantangan setiap zaman, agar Gereja hadir relefan pada setiap zaman, dan suara Allah menjadi terdengar lantang dalam setiap zamannya. Hal ini berbeda dengan yang terjadi pada Gereja reformasi (Kristen), sebab, mereka menjadikan alkitab sumber utama, sekaligus satu-satunya. Artinya, yang diajarkan hanya yang secara tekstual tertulis dalam alkitab.

Dalam kaitan dengan Maria diangkat ke sorga, Gereja mengajarkan, “Akhirnya perawan tak bernoda, yang tidak terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemulaan di surga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggalkan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Putera-Nya, Tuan di atas segala tuan, yang mengalahkan dosa dan maut” (LG, 59).  (SHD)