PENUH DENGAN ROH KUDUS

tentakosta

Yoh 14:15.23b-26

 Tibalah hari yang kelima puluh setelah peristiwa Paska, yakni hari ketika Roh Kudus turun kepada para rasul. Roh Kudus berupa lidah api tercurah kepada para murid, dan memampukan mereka semua untuk berkata-kata dalam bahasa lain. Kisah Para Rasul mencatat bahwa banyak orang heran ketika menyaksikan hal ini, karena tidak mungkin orang-orang sederhana yang berasal dari Galilea itu bisa berbahasa dalam banyak bahasa.

Genap sudah janji Yesus ketika berkata bahwa Roh Kudus akan datang untuk menyertai para rasul (Yoh 15-16). Genap pula penantian para rasul akan datangnya Sang Roh Penghibur. Roh Kudus membuat jiwa yang dulu rapuh dan lemah menjadi kuat dan bernyawa. Roh Kudus membuat hati yang gelisah selepas wafat Yesus menjadi penuh dengan sukacita. Roh Kudus membuat para murid bersatu dan hidup sehati sejiwa. Maka tak heran jika Yesus menasehatkan agar kita selalu memohon kehadiran Roh Kudus ini dalam kehidupan sehari-hari.

Sama seperti para murid, kita pun harus berkobar akan Roh Kudus. Lidah-lidah kita pun harus mewartakan kebaikan Allah, dan tingkah laku kita pun selalu harus turut kehendak Allah. Hidup kita penuh dengan Roh jika menjauhi kenikmatan duniawi yang anehnya selalu kita kejar, padahal menipu! Hidup dalam Roh berarti hidup dalam kebaruan, dan meninggalkan hidup lama yang penuh kemerosotan moral, penyelewengan kebaikan, pengkhianatan, kebusukan, mabuk kuasa, kenyamanan semu perselingkuhan, pemujaan uang, perbudakan atas segala sesuatu berkedok kemajuan teknologi dan “gaul.” “Utuslah RohMu ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi.” Tuhan sudah mengutus RohNya, tinggal kita mau menerimaNya atau tidak! [DWO]