RD Robertus Joko Sulistiyo

mojok

Romo yang punya keinginan “jembarake Kraton Dalem Gusti”, Putra bungsu dari Bp. Fransiskus Asisi Mukanan Rahmadi Santoso (Alm) dan Ibu Christina Surani, yang lahir di Ambarawa tanggal 15 Mei 1981, yang punya hobby mendengarkan musik dan nonton film ini “kagungan asmo” RD Robertus Joko Sulistiyo. Romo Joko, demikian beliau biasa dipanggil.

Romo Joko mempunyai Motto tahbisan Imamat: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu” (Luk. 1: 38). Dari ke-inginannya “Jembarake Kraton Dalem Gusti” inilah semangat penggilan itu tumbuh dan berkembang sejak mulai dari SMP (1994 – 1997). Lingkungan SMPK Theresiana Bedono yang sangat kondusif mendorong panggilan Imamat Romo Joko makin kuat, dipilihlah Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan sebagai “Kawah Candradimuka” pertamanya. Lulus tahun 2001. Tahun 2001 – 2002 dijalaninya sebagai Tahun Rohani di Seminari Tinggi Antar Diocesan “Giovanni” Malang. Tahun 2002 – 2006 menempuh S1 dilanjutkan S2 pada tahun 2008 – 2010 di Sekolah Tinggi Filsafat dan Theologi (STFT) Widya Sasana Malang.

Tahbisan Lektor dan Akolit oleh Mgr. Herman Yosef Pandoyo Putro O.Carm pada tahun 2006. Tahbisan Diakon oleh Mgr. V Sutikno Wisaksono, Pr pada tahun 2010. Tanggal 4 Agustus 2010 Romo Joko menerima Tahbisan Imamat bersama 7 teman lainnya.

Tugas perutusan pertama sebagai Diakon di Gereja St. Petrus dan Paulus Wlingi (Februari – Juli 2010). Setelah ditahbiskan sebagai Imam, Romo Joko ditugaskan sebagai Romo Rekan di Gereja St. Cornelius Madiun hingga sekarang. Selain sebagai romo Rekan juga ditugaskan sebagai Staf Pengajar di STKIP Widya Yuwana Madiun dari tahun 2010 – sekarang. [KNI]