RD R.A. Boedi Prasetijo

rmboedi

“Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati” (Mat 11:29)

Inilah Motto Tahbisan RD R.A. Boedi Prasetijo, Romo Kepala Paroki St. Cornelius yang baru. Romo Boedi demikian sapaan akrab beliau, baru saja Sertijab pada tanggal 1 September 2015, menggantikan RD Y Fusi Nusantara yang bertugas sebagai Romo Kepala Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Katedral Surabaya.

Romo kelahiran Cepu, 30 Oktober 1965 ini, selain bersepeda “GOWES” ternyata juga hobby menyanyi dan membaca. Putra ke-4 dari 7 ber-saudara Putra/i Bp. RC Moedjito (Alm) dan Ibu MM Soemijati (Alm).

Benih-benih panggilan mulai tumbuh sejak menjadi Misdinar di Paroki St. Willibrordus Cepu. Benih panggilan ini makin kuat tumbuh dalam diri Romo Boedi saat melihat dan merasakan betapa Parokinya sempat tidak ada Romo yang bertugas disana, karena adanya peraturan yang membatasi tenaga misionaris asing di Indonesia sekitar tahun 1977-an. Dengan semangat “Laskar Kristus” masuklah Romo Boedi ke Seminari Garum setelah lulus dari SMPK St. Louis Cepu tahun 1981. Lulus dari Seminari Garum tahun 1985 dilanjutkan ke Seminari Tinggi Antar Diocesan ”Giovani” Malang dan STFT Widya Sasana Malang. Bulan Maret 1994 menerima Tahbisan Diakon oleh Mgr. AY Dibjokarjono Pr di Gereja Katedral “Ïjen” Malang. Tgl. 15 September 1994 ditahbiskan sebagai Imam oleh Mgr. Johanes Hadiwikarta Pr, Uskup Surabaya di Gereja Paroki “Hati Kudus Yesus” Katedral Surabaya.

Tugas perutusan I sebagai formator (Pembina) di Seminari Garum, berlanjut menjadi principal atau Kepala Sekolah SMAK Seminari merangkap Pengurus Yayasan dan Komisi Seminari plus Pastor Stasi Garum. 5 tahun Romo Boedi mewarnai Seminari Garum. Sebelum bertugas di Paroki St. Cornelius Madiun, beliau menjabat sebagai Romo Kepala Paroki St. Maria dengan Tidak Bernoda Asal Tulungagung.

Pengalaman manis sebagai Imam; manakala bisa membawa pribadi-pribadi pada Tuhan Yesus dan mengalami buah rahmat dalam hidup menggereja dimana saya ditugaskan. Pengalaman pahit; trenyuh dan prihatin bila melihat umat yang sedih dan menderita.

Semoga kita bisa bekerjasama membangun Gereja Paroki St. Cornelius sebagai persekutuan murid-murid Kristus yang semakin dewasa dalam iman, guyub, penuh pelayanan dan misioner seturut Amanat ARDAS Keuskupan Surabaya, demikian harapan Romo Boedi kepada seluruh umat Paroki St. Cornelius Madiun. (KNI)