TUHAN MEWARTAKAN KESELAMATAN

jesus-mesias

Injil hari ini memaparkan garis-garis besar pelayanan Yesus ke depan. Dia diutus kepada siapa saja yang membutuhkan pertolongan dari Allah. Allah datang untuk membebaskan mereka yang miskin, yang tertindas dan terbelenggu. Jika tujuan Allah saja sudah demikian, bagaimana umat yang menyebut Allah sebagai Bapanya dapat berbuat kurang dari itu?

Dalam diri Yesus, melalui Sabda tindakan, dan seluruh hidup-Nya jelaslah apa itu keselamatan atau penebusan: yakni pembebasan para tawanan, penglihatan untuk orang buta, keringanan bagi orang yang berbeban dan tertindas (Luk 4: 19). Yesus datang untuk melepaskan manusia dari apa saja yang menjadikannya terasing dari Allah dan terpisah dari sesama. Mereka yang terbebani di dunia ini bukan saja orang yang secara fisik dan materi tidak punya apa-apa. Bukan hanya mereka yang terkurung dalam penjara. Tetapi setiap orang membutuhkan kabar baik tentang kuasa Allah yang membebaskan dalam diri Yesus Kristus.

Di zaman kitapun belum sepenuhnya orang mengalami kebebasan. Masih banyak diantara kita orang yang terkoyak kebahagiaannya. Mereka yang hidup dalam kesepian dan kesendirian tanpa ada yang peduli atau melawatinya walaupun mungkin tidak kurang hartanya. Ada pula yang merasa ditolak atau diterima dengan tidak tulus, bahkan oleh keluarganya sendiri : mereka yang sakit dan dirasakan membebani anggota keluarga yang lain, penderita AID/HIV, cacat tubuh dan mental, dan para jompo. Tidak jarang orang-orang tersebut dialami menjadi beban bagi orang lain. Tidak sedikit pula yang terbelenggu oleh harta, televisi, internet, atau anak-anak yang menjadi kecanduan Game Online, dsb. Tidak sedikit orang hanya sibuk dengan diri sendiri, dan hanya punya sedikit waktu untuk Tuhan dan sesama. Itulah bentuk-bentuk keterbelungguan di zaman kita.

Maka, pertanyaan kita, sejauh mana hidupku sendiri sudah dibebaskan dan diperbaharuhi oleh Injil?

Renungan dari Neh 8: 3-5a, 6-7, 9-11, 1Kor 12: 12-30,Luk 1: 1-4; 4: 14-21