Category Archives: Renungan Minggu

TINGGAL DALAM TUBUH DAN DARAH KRISTUS

tubuh-yesus

Luk 9:11b-17

Pada masa Perjanjian Lama, Allah mengikat Israel dengan suatu perjanjian di Gunung Sinai. Nabi Musa, sebagai penghubung antara Allah dan kaum Israel, mempersembahkan korban dan memerciki mezbah dengan darah binatang sebagai meterainya (Kel 24). Apa yang terjadi kemudian? Perjanjian Lama ini dinodai dan putus oleh ketidaksetiaan umat Israel.  Yesus kemudian datang dengan membawa Perjanjian Baru. Sesuai dengan namanya, pada hakekatnya isi Perjanjian Baru adalah hubungan baru yang dinyatakan Allah dalam tubuh dan darah Anak-Nya. Perjanjian Baru mengangkat semua manusia menjadi anak Allah yang ditandai dengan korban tubuh dan darah Sang Anak Allah sendiri.

DALAM NAMA BAPA, PUTERA, ROH KUDUS

tri-tnggal

Yoh 16:12-15

 Pada masa Perjanjian Lama, Israel diikat oleh perjanjian dengan Allah. Allah akan menjadi Allah mereka dan umat Israel menjadi umatNya (Ul 4). Perjanjian ini putus oleh ketidaksetiaan umat Israel, dan Yesus membuat Perjanjian Baru dengan umatNya dengan menyertai kita sampai akhir zaman. Allah yang setia pada akhir zaman ini berkenan untuk dikenali manusia. Yesus memperkenalkanNya sebagai Allah Bapa, Putera, Roh Kudus (Mat 28:19). Gereja dipersatukan dalam babtisan yang sama, yakni dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

PENUH DENGAN ROH KUDUS

tentakosta

Yoh 14:15.23b-26

 Tibalah hari yang kelima puluh setelah peristiwa Paska, yakni hari ketika Roh Kudus turun kepada para rasul. Roh Kudus berupa lidah api tercurah kepada para murid, dan memampukan mereka semua untuk berkata-kata dalam bahasa lain. Kisah Para Rasul mencatat bahwa banyak orang heran ketika menyaksikan hal ini, karena tidak mungkin orang-orang sederhana yang berasal dari Galilea itu bisa berbahasa dalam banyak bahasa.

MENJADI SATU DENGAN ALLAH

satu-dengan-allah

Yoh 17:20-26

 Kabar gembira mengenai keselamatan Paska harus terus diwartakan. Bacaan I mengisahkakan bagaimana Stefanus mewartakan Yesus yang  bangkit dengan gagah berani. Iman akan Yesus yang bangkit itulah yang memampukan  Stefanus untuk menjadi martir pertama. Hal ini tidak mungkin terjadi jika Yesus tidak bersemayam dan tidak menjadi satu dengan Stefanus.

Keduabelas rasul menyadari bahwa perutusan mereka tidaklah mudah. Sejarah membuktikan bahwa beberapa antara mereka harus mengorbankan nyawanya sendiri demi menyebarkan warta Injil. Keberanian semacam ini tentu tidak datang dengan sendirinya, karena para rasul yakin bahwa Allah yang mengutus mereka pasti menyertainya pula. Kalau Allah menyertai, mengapa harus takut? Penyertaan Allah ini pula yang dimohonkan Yesus kepada Bapa untuk para muridNya. Yesus berdoa supaya para murid dipelihara, dilindungi, dijauhkan dari yang jahat, dan dikuduskan dalam kebenaran, meskipun dunia membenci mereka.  Doa Yesus mencerminkan bagaimana Ia telah menjadi satu dengan kita, sebagaimana Ia dan Bapa adalah satu.

BANGKIT DALAM ROH

damai

Yoh 14:23-29

Tidak terasa masa Paska sudah memasuki pekan yang keenam. Bacaan I lagi-lagi menampilkan peran para rasul yang makin menggelora dalam mewartakan Injil setelah mengalami peristiwa Paska. Bacaan I menceritakan bagaimana rapat/konsili pertama terjadi di Yerusalem untuk membicarakan masalah sunat. Roh Kudus sungguh berkarya dalam rapat para murid tersebut, yang tercermin dari keputusan mereka untuk tidak memberi sandungan bagi bangsa-bangsa lain yang ingin mengimani Kristus.