Category Archives: Infotorial

Ziarah Internasional Bunda Maria Fatima

bunda-maria-fatima-2a

maria-fatima-1Tradisi Ziarah Internasiolan Bunda Maria dari Fatima ada sejak tahun 1946, setelah Kongres Kaum Muda Portugal di Fatima. Dengan persetujuan Sr. Lucia (salah satu dari tiga visioner yang mendapat Penampakan Bunda Maria), Uskup Leiria di Fatima pada tanggal 13 Mei 1947, memberkati Patung Bunda Maria untuk keperluan Tim Ziarah Internasional Bunda Maria dari Fatima. Selanjutnya pada tanggal 13 Oktober 1947, Uskup Fatima berkenan memberkati Patung Bunda Maria yang kedua, dari bahan Kayu, pahatan Jose Thedim, kemudian ia mempercayakan patung itu kepada John Haffert, rekan-pendiri IPVS di Amerika pada saat Pesta Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa Asal, 8 Desember 1947. Sejak itulah, IPVS ber-ZIARAH keliling dunia untuk mengajarkan dan mewartakan pesan-pesan Bunda Maria dari Fatima. Mukjuzat sikap baik, dan tanda-tanda rahmat begitu banyak terjadi sejak itu.

Hanya Satu Salib Yang Disembah

penghor-salib

KATEKESE PENCIUMAN SALIB:

 Perayaan Jumat Agung adalah perayaan mengenang sengsara Tuhan Yesus. Selain perayaan tersebut, kita juga diajak untuk memberikan penghormatan/penyembahan salib. Penghormatan dan penciuman salib sendiri memiliki makna yang mendalam. Dimana dengan memberi penghormatan kepada salib kita ingin menunjukkan rasa syukur dan trima kasih kita atas kasih yang begitu besar dari Allah lewat salib yang membawa penebusan dosa dan keselamatan.

HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH

pesannatal2015

Pesan Natal KWI Tahun 2015:

(Kejadian 9:16)

Saudara-saudari umat Kristiani Indonesia, Salam sejahtera dalam kasih Kristus.

Kita kembali merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus, Sang Juruselamat. Perayaan kedatangan-Nya selalu menghangatkan dan menguatkan pengharapan kita. Dalam perayaan ini kita menghayati kembali peristiwa kelahiran Yesus yang diwartakan dengan penuh sukacita oleh para malaikat kepada para gembala di padang Efrata, komunitas sederhana dan terpinggirkan pada zamannya (bdk. Luk. 2:8-12). Kiranya warta gembira para malaikat itu tetap menggema dalam kehidupan kita sampai saat ini dalam keadaan apapun.

Pada kesempatan istimewa ini, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak Anda semua untuk mensyukuri kehadiran Sang Juruselamat dengan merenungkan pesan tentang “Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah.” Kita masing-masing ada dalam keluarga. Sementara itu keluarga kita berada bersama keluarga-keluarga lainnya dalam sebuah keluarga besar umat manusia. Namun juga kita sadari bahwa keluarga besar umat manusia mendiami bumi yang menjadi rumah kita bersama. Di bumi yang satu ini, kita ditempatkan oleh Tuhan bersama seluruh ciptaan lainnya. Di situlah kita hidup bersama sebagai keluarga Allah.