menubaru

TAHUN X. NO 38

Menu Cornelius versi cetak bisa anda Download melalui melalui web ini dengan format pdf Silahkan downloads disini.     Lanjut »»

pilihallah

MEMILIH ALLAH

Yoh 6:60-69 Kontroversi mengenai Roti Hidup terus berlanjut. Jika pada minggu-minggu yang lalu, Yesus ditolak oleh kaum Yahudi, kini Ia menemui halangan dari lingkaran dalam. Murid-muridNya kini mulai ragu-ragu dan ada pula Lanjut »»

sangkakala

SANGKAKALA PADA AKHIR ZAMAN

Pertanyaan dikirim oleh + 6282X33XXX069  :  Benarkah dimulainya akhir zaman yang ditandai dengan kiamat diawali dengan peniupan bunyi sangkakala oleh Malaikat, mohon penjelasan Menu Cornelius.      Sangkakala, Yunani, salpinx, Ibrani, syophar, artinya Lanjut »»

sombong

CONGKAK

  Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Rendah hati itu lebih baik dari pada berbagi harta kepada orang yang congkak hati. Sungguh mulia orang yang telah memperingatkan orang congkak untuk Lanjut »»

air

“AIR”

Lambang-Lambang dalam Liturgi (1) Dalam semua agama dan kepercayaan telah digunakan air sebagai sarana dalam ritualnya, tidak terkecuali dalam Liturgi Gereja Katolik. Air diguna-kan dalam sakramen babtis, perayaan ekaristi dan pada sakramentali Lanjut »»

TAHUN X. NO 38

menubaru

Menu Cornelius versi cetak bisa anda Download melalui melalui web ini dengan format pdf

Silahkan downloads disini.

 

 

MEMILIH ALLAH

pilihallah

Yoh 6:60-69

Kontroversi mengenai Roti Hidup terus berlanjut. Jika pada minggu-minggu yang lalu, Yesus ditolak oleh kaum Yahudi, kini Ia menemui halangan dari lingkaran dalam. Murid-muridNya kini mulai ragu-ragu dan ada pula yang meninggalkan Yesus. Hanya duabelas murid yang tersisa, sedangkan lainnya memilih untuk pergi.

Hal tersebut sama seperti yang dialami oleh Nabi Yosua dalam bacaan pertama. Yosua bertanya kepada semua suku di Israel mengenai siapa yang mereka pilih untuk disembah. Yosua memilih untuk beribadah kepada Allah. Pilihan Yosua ini pun diikuti oleh umat Israel.

SANGKAKALA PADA AKHIR ZAMAN

sangkakala

Pertanyaan dikirim oleh + 6282X33XXX069  :  Benarkah dimulainya akhir zaman yang ditandai dengan kiamat diawali dengan peniupan bunyi sangkakala oleh Malaikat, mohon penjelasan Menu Cornelius.

     Sangkakala, Yunani, salpinx, Ibrani, syophar, artinya terompet, atau nafiri. Sangkakala, merupakan alat musik (Why 18:22) yang dibuat dari tanduk binatang  atau dari metal. Sangkakala dapat mencapai panjang 50 cm. Alat ini pada zamannya digunakan untuk memberikan aba-aba perjuangan (Bil 10:9, 2Taw 13:12,14; 1Mak 4:40, 1kor 14:8), yaitu perang atau aba-aba dimulainya hari raya (Yl 2: 15, Mat 6:2), atau suatu upacara. Perjanjian Lama juga menyebut sangkakala sebagai pemberi aba-aba dimulainya hari raya, atau dimulainya bulan baru, atau dalam tradisi Yudaisme dalam pesta tahun baru, maupun hari Kipur (Im 23: 24, 25: 8-9, bdk Bil 10:10).

CONGKAK

sombong

 

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Rendah hati itu lebih baik dari pada berbagi harta kepada orang yang congkak hati. Sungguh mulia orang yang telah memperingatkan orang congkak untuk bertobat, supaya saat mereka jatuh tidak menjadi lebih sakit, dan saat kehancuran tiba tidak menjadi lebih pedih. Sebab, jeritan orang congkak yang mengalami kehancuran dan kejatuhan, suaranya menjadi tidak terdengar, sebab, tembok peredam telah dibangun oleh kecongkakannya.

 

“AIR”

air

Lambang-Lambang dalam Liturgi (1)

Dalam semua agama dan kepercayaan telah digunakan air sebagai sarana dalam ritualnya, tidak terkecuali dalam Liturgi Gereja Katolik. Air diguna-kan dalam sakramen babtis, perayaan ekaristi dan pada sakramentali sebagai lambang penyucian.  Penggunaan air dalam sakramen babtis  sebagai lambang pencurahan Roh Kudus yang menyucikan, sekaligus lambang penghapusan dosa asal, sebagaimana bangsa terpilih dibebaskan dari perbudaan di Mesir oleh air Laut Merah, demikian manusia dibebaskan dari perbudakan setan oleh air babtis.

Air sebagai lambang kehidupan, tidak ada air berarti tidak ada kehidupan. Air menjadi unsur utama bagi kehidupan. Bumi yang kita huni dua pertiga berisi air, dan tubuh manusiapun demikian.  Pembabtisan dengan air, melambangkan pemba-suhan oleh Roh Kudus yang menghidupkan.   Orang yang menerima babtisan, ia memperoleh kehidupan baru sebagai anak-anak Allah sehingga memiliki warisan surgawi.