menubaru

No. XI-11, 14 Februari 2016, MINGGU PRAPASKAH I

  Lanjut »»

iblis-kalh

MENANG MELAWAN IBLIS

Luk 4:1-13 Injil minggu ini menceritakan bagaimana iblis mencobai Yesus yang sedang berpuasa di padang gurun. Yesus diminta iblis melawan rasa laparNya dengan mengubah batu menjadi roti. Iblis juga menguji Yesus dengan Lanjut »»

makan

MAKNA MAKAN KENYANG SEKALI DALAM PUASA KATOLIK

Pertanyaan dikirim oleh + 628XXX28XX767 : Diantara kami ada ketidak sepahaman dalam memaknai kata “makan kenyang sekali” sewaktu puasa. Mohon Menu Cornelius menjelaskan makna kata “Makan Kenyang Sekali” agar tidak menjadi bias Lanjut »»

romo-arie

RD. ALOYSIUS ARATIA WARDHANA

Merbabu, Ajuna, Rinjani, Tambora,, Lawu, Welirang dan masih banyak lagi gunung yang telah didaki oleh Imam muda ini. Hoby naik gunung ini muncul ketika lulus SMA tahun 1991. Welirang merupakan gunung pertama Lanjut »»

rahmat

PELUANG RAHMAT

Manfaatkan kesempatan sebaik mungkin, sebab, peluang itu hanya datang sekali. Betapa mulia, jika kesempatan itu, adalah peluang rahmat melakukan kebaikan. Ada nasehat, “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, jika Lanjut »»

No. XI-11, 14 Februari 2016, MINGGU PRAPASKAH I

menubaru

 

MENANG MELAWAN IBLIS

iblis-kalh

Luk 4:1-13

Injil minggu ini menceritakan bagaimana iblis mencobai Yesus yang sedang berpuasa di padang gurun. Yesus diminta iblis melawan rasa laparNya dengan mengubah batu menjadi roti. Iblis juga menguji Yesus dengan kekuasaan duniawi. Tidak berhenti di situ, iblis menggoda Yesus untuk menunjukkan kekuasaanNya dengan menjatuhkan diri dari ketinggian. Yesus menang melawan semua godaan itu. Lapar tidak lagi berkuasa atas Dia, dan kekuasaan dunia juga tidak mengikatNya.

MAKNA MAKAN KENYANG SEKALI DALAM PUASA KATOLIK

makan

Pertanyaan dikirim oleh + 628XXX28XX767 : Diantara kami ada ketidak sepahaman dalam memaknai kata “makan kenyang sekali” sewaktu puasa. Mohon Menu Cornelius menjelaskan makna kata “Makan Kenyang Sekali” agar tidak menjadi bias dan membingungkan mempraktekkannya

 

Benar, memang Gereja dalam membuat rumusan puasa itu, multi tafsir. Makna pertama, arti plesetan, “makan kenyang sekali”, rumusan itu dapat diplesetkan maknanya, bahwa dalam puasa orang makan sampai kenyang sekali, atau sangat kenyang. Seolah-olah hari lain, cukup hanya makan cukup kenyang. Tentu saja, bukan makna plesetan ini yang dimaksudkan Gereja.

Makna kedua, “makan kenyang sekali”, makan kenyang satu kali sehari dalam waktu 24 jam dan dua kali makan sedikit-sedikit, hal ini terkait karena kebiasaan kita makan tiga kali sehari. Jika ada orang berkebiasaan sehari-hari makan dua kali, maka prakteknya menjadi makan kenyang satu kali dan makan sedikit satu kali. Jika orang memahami makna puasa “makan kenyang sekali” dalam arti tersebut tidak salah. Makna tersebut menunjukkan semangat minimal dalam puasa.

RD. ALOYSIUS ARATIA WARDHANA

romo-arie

Merbabu, Ajuna, Rinjani, Tambora,, Lawu, Welirang dan masih banyak lagi gunung yang telah didaki oleh Imam muda ini. Hoby naik gunung ini muncul ketika lulus SMA tahun 1991. Welirang merupakan gunung pertama yang didaki bersama teman-temannya di SMA. Ketenangan, keagungan dan kekokohan gunung menjadikan batin lebih tenang. Pemandangan indah di puncak gunung menjadi imbalan susah payah kala mendaki.

Menjelang ulang tahun Imamat yang kesepuluh direncanakan untuk mendaki Gunung Kerinci bersama teman – teman dan kaum muda yang ingin bergabung. Tentu saja dengan catatan : BDD artinya Bayar Dewe – Dewe (Bayar Sendiri- sendiri) semua biayanya. Selain naik gunung Romo yang lucu ini juga gemar bersepeda, olah raga dan membaca buku. Baginya tiada waktu tanpa membaca.

PELUANG RAHMAT

rahmat

Manfaatkan kesempatan sebaik mungkin, sebab, peluang itu hanya datang sekali. Betapa mulia, jika kesempatan itu, adalah peluang rahmat melakukan kebaikan. Ada nasehat, “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, jika engkau mampu melakukan pada saat itu”. Hindari perkataan “Sekarang, pergilah, cari yang lain dulu, dan bila memang terbukti gagal, kembalilah besok, aku akan memberi kepadamu”, sedangkan pada hari itu sebenarnya ada pada kita yang diminta orang itu. Lakukan segera bila ada peluang rahmat untuk melakukan kebaikan. Dengan itu, kita belajar menjadi orang benar.