menubaru

No. XI-14, 06 Maret 2016, MINGGU PRAPASKAH IV

  Lanjut »»

anakhilang

ANAK HILANG YANG KEMBALI

Luk 15:1-3, 11-32 Bacaan I dari Kitab Yosua menunjukkan kepada kita betapa besar kasih Allah kepada manusia sejak dahulu kala. Allah menjamin hidup bangsa Israel lewat ketersediaan rejeki dan makanan. Lalu bagaimana Lanjut »»

nikah

SEJARAH PERKAWINAN KATOLIK

Pertanyaan dikirim oleh + 628XX34XX8761 :  Sehubungan dengan sakramen perkawinan, saya ingin mendapat penjelasan perkawinan katolik itu diadakan oleh Gereja sejak kapan, sebab, Yesus sejauh saya tahu dalam alkitab tidak termuat mendirikan Lanjut »»

lockmulutmu

MENJAGA MATA DAN MULUT

Ada nasehat, jagalah matamu supaya pandanganmu selalu ke depan, tidak serong dan tidak menengadah sehingga kakimu tidak terkantuk batu  dan jangan menyimpang kekiri atau ke kanan. Buanglah mulut serong dan jauhkan bibir Lanjut »»

moral

KECENDERUNGAN DAN KEHIDUPAN MORAL

Panggilan Hidup Dalam Roh (8) : Kecenderungan yang ada dalam diri manusia, ingin ini, ingin itu, secara moral bukan baik, juga bukan buruk. Keduanya ditentukan menjadi baik atau buruk sejauh dikendalikan oleh Lanjut »»

No. XI-14, 06 Maret 2016, MINGGU PRAPASKAH IV

menubaru

 

ANAK HILANG YANG KEMBALI

anakhilang

Luk 15:1-3, 11-32

Bacaan I dari Kitab Yosua menunjukkan kepada kita betapa besar kasih Allah kepada manusia sejak dahulu kala. Allah menjamin hidup bangsa Israel lewat ketersediaan rejeki dan makanan. Lalu bagaimana tanggapan mereka? Manusia ternyata masih juga menolak Allah dan memilih hidup dalam gelap. Penolakan akan kasih Allah ini kemudian digambarkan Yesus lewat perumpamaan anak yang memilih hilang dan menjauh dari bapanya yang baik hati. Anak itu memilih hidup berfoya-foya, menghabiskan warisan, bersenang-senang dengan para pelacur, hidup dalam kemerosotan moral, dst.

SEJARAH PERKAWINAN KATOLIK

nikah

Pertanyaan dikirim oleh + 628XX34XX8761 :  Sehubungan dengan sakramen perkawinan, saya ingin mendapat penjelasan perkawinan katolik itu diadakan oleh Gereja sejak kapan, sebab, Yesus sejauh saya tahu dalam alkitab tidak termuat mendirikan sakramen ini secara jelas.

Yang pasti, bahwa usia perkawinan lebih tua daripada usia Gereja, artinya sebelum Gereja lahir, lembaga perkawinan sudah ada. Sampai abad V, perkawinan belum diurus oleh Gereja, masih menjadi urusan negara, atau pemerintah sipil. Namun, pada abad II-V, Zaman Patristik, para Bapa Gereja mulai membantu menjelaskan bagaimana memaknai hakekat perkawinan dalam terang ajaran Kitab Suci. Baru sejak abad V, kekuasaan atas perkawinan selangkah demi selangkah berpindah dari tangan pemerintah sipil ke pimpinan Gereja. Karena itu, bentuk peneguhan perkawinan kristen semakin banyak dibicarakan dan diatur dengan ketetapan-ketetapan yang lebih tegas. Salah satu akibat perkembangan ini, bahwa tokoh-tokoh Gereja semakin mengarahkan pada “peneguhan nikah”, lebih daripada “hidup berkeluarga” sendiri yang juga harus diperhatikan. Contohnya, pada zaman ini pandangan tentang sahnya perkawinan di dalam Gereja terbelah menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama, lebih terkena pengaruh pandangan hukum Romawi, yang menyatakan suatu perkawinan sah bila seorang suami-isteri telah menyatakan konsensus (Consensus); sedang kelompok kedua, suami-isteri dikatakan sah apabila sudah ada hubungan seksual (consumatio). Pandangan kedua lebih dipengaruhi pandangan hukum German. Pandangan kelompok pertama didukung oleh Paus Nicolas I, sedang pandangan kedua Incmar, uskup reims).

MENJAGA MATA DAN MULUT

lockmulutmu

Ada nasehat, jagalah matamu supaya pandanganmu selalu ke depan, tidak serong dan tidak menengadah sehingga kakimu tidak terkantuk batu  dan jangan menyimpang kekiri atau ke kanan. Buanglah mulut serong dan jauhkan bibir yang membuat orang lain kesal dan marah. Sebab, lidah yang tajam, mulut yang usil, kata-kata yang tak sopan, hanya membuat orang semakin jauh dari jalan kebenaran yang membawa kepada Tuhan. Berbanggalah karena kita dapat mengendalikan mata dan mulut. Sebab, keduanya pintu yang disukai si jahat.

 

KECENDERUNGAN DAN KEHIDUPAN MORAL

moral

Panggilan Hidup Dalam Roh (8) :

Kecenderungan yang ada dalam diri manusia, ingin ini, ingin itu, secara moral bukan baik, juga bukan buruk. Keduanya ditentukan menjadi baik atau buruk sejauh dikendalikan oleh akal budi dan kehendak. Kencenderungan itu dikehendaki apabila digerakkan oleh kehendak dan diatur oleh akal budi. Dengan demikian, perasaan-perasaan yang kuat tidak menentukan, baik sikap maupun kekudusan manusia.

Kecenderungan akan menjadi sikap baik pada manusia, apabila menyumbangkan perbuatan baik pada manusia, buruk bila sebaliknya. Kehendak yang baik mengarahkan dorongan-dorongan inderawi yang ada kepada kebaikan dan kebahagiaan; kehendak buruk mengalah terhadap kecenderungan yang tidak teratur,  meningkatkannya dan biasanya dibarengi dengan mencari pembenaran atas perbuatan buruknya. Emosi dan perasaan yang sifatnya netral dapat diangkat menjadi kebajikan atau dapat pula dirusakkan oleh kebiasaan buruk.